shangrilabanquet.com – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) telah meluncurkan fasilitas untuk pembelian saham dalam skema Initial Public Offering (IPO) di tengah meningkatnya minat investor ritel, khususnya domestik. Chief Marketing Officer IPOT, Sergio Ticoalu, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk menyediakan akses investasi yang lebih inklusif dan cepat, serta berbasis teknologi.
Dalam keterangan resminya di Jakarta, Sergio menjelaskan produk baru ini akan memberikan fitur refund dana cepat dan tampilan saham dalam portofolio sebelum pencatatan. Dengan adanya indikator real-time, investor dapat memantau pergerakan saham IPO sejak hari pertama perdagangan. Dia menambahkan, fitur indikator ini sangat penting bagi investor, terutama untuk saham yang belum memiliki data historis.
Investor juga dapat melakukan pemesanan saham secara langsung melalui proses registrasi akun dan pengisian dana RDN, yang semua terintegrasi dalam fitur e-IPO. Rencananya, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) akan melakukan penawaran umum saham dari 1 hingga 8 April 2026, dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 April 2026.
WBSA menawarkan hingga 1,8 miliar saham, setara dengan 20,75 persen dari modal yang ditempatkan setelah IPO, yang dapat menghimpun dana hingga Rp306 miliar. Sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 25/2025, investor ritel dijamin 10 lot per SID untuk emisi tertentu, termasuk WBSA, yang berada dalam kategori Golongan III, memperluas peluang bagi investor di pasar saham.
Namun, batas pemesanan tetap berlaku yaitu 10 persen dari total nilai IPO atau Rp30,6 miliar per SID, dan memastikan ketersediaan dana untuk sistem “No Funds, No Order”.