shangrilabanquet.com – Efek samping obat tuberkulosis (TBC) kerap menjadi perhatian bagi pasien. Dokter Spesialis Paru dari RS Penyakit Infeksi Prof. Sulianti Saroso, Titi Sundari, menjelaskan bahwa efek samping umumnya bersifat ringan, seperti mual, penurunan nafsu makan, kelelahan, dan gatal tanpa diikuti ruam. Selain itu, beberapa pasien juga melaporkan gejala seperti sakit kepala, nyeri sendi, dan perubahan warna urin menjadi kemerahan.
Menurut Titi, tidak semua pasien mengalami efek samping yang berat. Faktor kondisi kesehatan pasien sebelum pengobatan berperan penting. “Terdapat banyak pasien TBC yang tidak mengalami keluhan sama sekali selama menjalani pengobatan,” jelasnya. Meski demikian, pasien dengan gangguan fungsi hati mungkin mengalami mual atau muntah yang lebih berat.
Di kalangan lansia, risiko efek samping dapat meningkat akibat penurunan fungsi organ, seperti hati dan ginjal. Selain itu, pasien dengan gangguan sistem imun, seperti penderita HIV/AIDS, berpotensi mengalami efek samping yang lebih serius akibat pengobatan.
Salah satu efek umum, yaitu urine berwarna kemerahan, disebabkan oleh obat rifampicin. Titi memastikan bahwa kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. “Setelah menghentikan penggunaan rifampicin, urine akan kembali normal,” katanya.
Pengawasan yang ketat selama pengobatan sangat penting, terutama bagi pasien dengan komorbid atau kondisi kesehatan lain. Dengan pengetahuan yang tepat, pasien dapat mengelola efek samping ini dengan lebih baik, sehingga proses pengobatan berjalan lancar.