shangrilabanquet.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore mengalami penurunan, meskipun bursa regional Asia menunjukkan penguatan. Penutupan IHSG berada di posisi 7.621,38, mengalami penurunan 2,21 poin atau 0,03 persen. Penurunan ini terjadi di tengah harapan pelaku pasar akan dimulainya kembali negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menjelaskan bahwa perhatian pasar tertuju pada kemungkinan perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran, yang bertujuan memberikan lebih banyak waktu untuk pembicaraan. Meskipun terdapat harapan tersebut, situasi di Selat Hormuz tetap di bawah tekanan dengan adanya blokade yang berlangsung.
Bersamaan dengan itu, IHSG menunjukkan aksi profit taking setelah lima hari mengalami kenaikan, dan pelaku pasar tetap cermat memperhatikan perkembangan di Timur Tengah. Indonesia juga dihadapkan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi yang melambat, dengan International Monetary Fund (IMF) memprediksi angka tumbuh 5 persen pada 2026, sedikit menurun dari proyeksi sebelumnya.
Pergerakan IHSG tersebar di berbagai sektor, dengan sektor transportasi dan logistik mengalami kenaikan tertinggi sebesar 3,00 persen. Sebaliknya, sektor barang konsumen non-primer mengalami penurunan hingga 0,71 persen. Dalam perdagangan hari itu, frekuensi transaksi mencapai 2.636.682 kali dengan total nilai transaksi mencapai Rp18,14 triliun.
Secara global, bursa saham regional Asia menunjukkan pergerakan beragam, dengan indeks Nikkei dan Shanghai masing-masing menguat 2,48 persen dan 0,70 persen, sementara indeks Hang Seng juga mengalami kenaikan. Namun, dampak ketidakpastian dari konflik di kawasan Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar.