shangrilabanquet.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi mengalami penurunan signifikan. IHSG dibuka dengan penurunan sebesar 33,83 poin atau 0,45 persen, berada di level 7.560,28. Di saat yang sama, Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan turun 7,00 poin atau 0,93 persen ke posisi 748,85.
Menurut analisis dari Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, fluktuasi ini dipengaruhi oleh ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang berpotensi memengaruhi pasar global. Peningkatan ketegangan terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa pihaknya telah menembak dan menyita kapal kargo Iran di Teluk Oman. Tindakan ini diambil setelah Iran menolak untuk mengikuti pembicaraan damai yang direncanakan di Pakistan.
Dalam konteks ini, pihak AS menunjukkan keterusterangan dengan mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan yang ditawarkan. Gencatan senjata yang ada di antara kedua negara juga diperkirakan akan berakhir dalam waktu dekat, menambah kekhawatiran di pasar.
Di sisi domestik, Bank Indonesia mencatat rasio Non-Performing Loan (NPL) kredit properti sebesar 3,24 persen pada Februari 2026, meningkat dari 2,99 persen pada Februari tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan kredit properti masih relatif tinggi, yaitu meningkat 13,7 persen secara tahunan, kenaikan NPL menunjukkan bahwa terdapat masalah dalam pengelolaan kredit yang perlu diwaspadai.
Analis mengindikasikan bahwa jika Bank Indonesia menaikkan BI-Rate untuk menahan depresiasi Rupiah, maka hal ini dapat meningkatkan NPL lebih lanjut. Namun, diperkirakan tidak ada kenaikan suku bunga pada pertemuan Dewan Gubernur yang akan datang. Keadaan ini menciptakan ketidakpastian, baik di pasar domestik maupun internasional.