shangrilabanquet.com – Presiden Donald Trump kembali menciptakan kontroversi dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Switzerland, yang berlangsung baru-baru ini. Dalam kesempatan tersebut, Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap hubungan Amerika Serikat dengan aliansi Barat, yang semakin menegaskan keretakan diplomatik di antara negara-negara tersebut.
Dalam pidato berdurasi hampir satu jam, Trump mengeluhkan bahwa AS merasa “dimanfaatkan” oleh Eropa dan mengejutkan audiens dengan pernyataannya tentang keinginan untuk menguasai Greenland, yang ditolak oleh banyak kalangan. Ia juga mengkritik pemimpin Eropa, mengatakan kebijakan mereka mengubah benua tersebut menjadi “tidak dikenali” akibat masalah migrasi dan ekonomi. Meski demikian, Trump menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut Greenland, yang sedikit meredakan ketegangan.
Selanjutnya, Trump mengungkapkan telah mencapai “kerangka kesepakatan masa depan” terkait Greenland dan membatalkan ancaman tarif. Ia meyakini kesepakatan tersebut akan membawa dampak positif bagi AS dan seluruh negara anggota NATO, meski tidak menjelaskan rincian rinci tentang kesepakatan itu.
Dalam argumennya, Trump menegaskan bahwa Greenland adalah bagian dari Amerika Utara. Ia juga menyerang Denmark, mengungkit sejarah Perang Dunia II, dan menyatakan kerugian AS saat menyerahkan kembali wilayah tersebut. Selain itu, Trump melancarkan kritik kepada sejumlah pemimpin dunia seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang dinilai kurang menghargai peran AS.
Pidato yang diakhiri dengan kalimat santai “Sampai jumpa di sekitar” ini menyisakan keheningan di antara audiens, menandai momen yang menunjukkan ketidakpastian masa depan aliansi transatlantik.