shangrilabanquet.com – Tuberkulosis (TB) bukan hanya ditandai oleh batuk berkepanjangan, tetapi juga memiliki gejala lain yang sering kali terabaikan. Penyakit menular ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyebar melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau meludah. Gejala TB dapat bervariasi tergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi, sehingga sering kali terlambat terdiagnosis.
Menurut informasi dari Alodokter, bakteri TB biasanya berkembang di paru-paru, tetapi dapat juga menyebar ke organ lain melalui aliran darah pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jika TB menyerang paru-paru, gejala yang muncul antara lain batuk berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu, batuk berdarah, nyeri dada saat bernapas, dan sesak napas. Selain itu, penderita TB juga bisa mengalami penurunan berat badan tanpa sebab jelas, tubuh merasa lemas, demam berkepanjangan, serta berkeringat pada malam hari.
Selain gejala umum tersebut, TB juga dapat menyerang organ lain. Misalnya, nyeri punggung pada TB tulang belakang, kencing berdarah pada TB ginjal, dan sakit kepala pada TB selaput otak. Karena gejalanya beragam dan tak selalu berkaitan dengan batuk, TB yang menyerang organ lain seringkali baru terdeteksi saat kondisi sudah parah.
Bakteri TB dapat menginfeksi siapa saja, namun tidak semua individu yang terpapar langsung mengalami gejala. Pada mereka dengan sistem imun baik, kondisi ini dikenal sebagai TB laten. Untuk itu, pencegahan TB dilakukan melalui vaksinasi BCG dan penerapan pola hidup sehat. Sementara bagi penderita TB aktif, pengobatan dengan obat antituberkulosis perlu dilakukan hingga tuntas agar tidak menyebabkan komplikasi serius.