shangrilabanquet.com – Sebuah satelit sains NASA, Van Allen Probe A, telah jatuh tak terkendali ke Bumi setelah menghabiskan waktu yang lama dalam orbit. Kejadian ini terjadi pada Rabu (18/3/2026), saat satelit tersebut memasuki kembali atmosfer di atas Samudra Pasifik, tepatnya di sebelah barat Kepulauan Galapagos.
Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat melaporkan bahwa satelit yang memiliki berat 1.323 pon (600 kilogram) ini akan mengalami pembakaran sebagian saat memasuki atmosfer. Meskipun ada kekhawatiran mengenai potensi risiko cedera, NASA memperkirakan kemungkinan tersebut sangat kecil, yaitu sekitar 1 banding 4.200.
Van Allen Probe A diluncurkan pada tahun 2012 dan bersama dengan saudaranya, Van Allen Probe B, ditugaskan untuk mempelajari sabuk radiasi Van Allen yang melindungi Bumi. Selama tujuh tahun, kedua pesawat ruang angkasa tersebut berhasil mengumpulkan data yang berharga sebelum berhenti berfungsi. Setelah kehabisan bahan bakar pada tahun 2019, NASA memperkirakan bahwa mereka akan tetap beroperasi hingga tahun 2034.
Namun, aktivitas solar yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir mempercepat proses jatuhnya Van Allen Probe A. Sementara itu, Van Allen Probe B masih mengorbit Bumi, tetapi tidak lagi berfungsi dan diperkirakan tidak akan masuk kembali ke atmosfer sebelum tahun 2030.
Keputusan dan langkah mitigasi oleh pihak NASA menjelaskan dampak serta risiko dari insiden ini, menunjukkan upaya mereka untuk menjaga keselamatan publik sambil menjalankan program penelitian antariksa.