shangrilabanquet.com – Pemberhentian kereta api (KA) di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, direncanakan untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan layanan transportasi publik. Langkah ini diambil setelah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Saan Mustopa, meninjau kondisi stasiun, yang selama ini hanya dilintasi oleh KA tanpa pemberhentian.
Saan Mustopa menjelaskan bahwa pemberhentian tersebut bertujuan memberi akses layanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat. Stasiun Rajapolah dinilai strategis karena lokasi yang dekat dengan perbatasan Kabupaten Garut dan Ciamis. Keberadaan stasiun diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi.
Dia menekankan pentingnya Rajapolah sebagai pusat UMKM dan ekonomi kreatif, serta potensi daerah tersebut dalam bidang pariwisata dan transportasi. Saan meminta agar pihak terkait, termasuk Direktur Jenderal Perkeretaapian, segera melakukan uji coba agar KA dapat berhenti di stasiun tersebut saat bulan Ramadan.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini, dengan menekankan pentingnya penataan stasiun dan penyediaan fasilitas parkir untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Ia berharap langkah ini dapat mengurangi kemacetan di jalur selatan Jabar selama musim mudik, yang seringkali menjadi masalah, terutama mendekati Idulfitri.
Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, juga menegaskan harapannya agar pemberhentian KA di Stasiun Rajapolah membawa manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan akses transportasi yang lebih baik.