shangrilabanquet.com – Rohaniawan Katolik Romo Mudji Sutrisno telah meninggal dunia pada Minggu (28/12) di Rumah Sakit Carolus, Jakarta. Ia berusia 71 tahun dan selama beberapa waktu terakhir diketahui menjalani perawatan intensif akibat masalah jantung yang dideritanya. Keberadaannya sangat dirasakan terutama di dunia seni dan kebudayaan, di mana ia tidak hanya menjadi imam tetapi juga seorang budayawan yang menghasilkan beragam karya sketsa yang sering dipamerkan.
Lahir di Solo pada 12 Agustus 1954, Mudji datang dari keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan budaya Jawa. Pendidikan awalnya ditempuh di SD Pangudi Luhur Solo, kemudian ia melanjutkan ke Seminari Menengah Mertoyuda sebelum mempelajari filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Pada tahun 1986, ia melanjutkan studi di Universitas Gregoriana di Roma dan berhasil meraih gelar Doktor Filsafat. Ia juga memperluas pengetahuannya di Sophia University, Tokyo, dengan fokus pada studi agama dan seni.
Sebagai seorang pendidik, Romo Mudji dikenal sebagai guru besar di STF Driyarkara dan aktif mengajar di beberapa institusi, termasuk Universitas Indonesia. Selama karirnya, ia menulis buku-buku penting yang membahas filsafat dan kebudayaan, serta mengekspresikan pemikirannya melalui lukisan dan sketsa. Karyanya yang kental bernuansa kebudayaan Jawa menjadi ciri khasnya.
Rangkaian prosesi penghormatan terakhir untuk Romo Mudji telah dijadwalkan, dimulai dengan Missa Requiem di Kapel Kolese Kanisius pada 29-30 Desember, diikuti pemberangkatan jenazah ke Semarang, dan pemakaman di Taman Maria Ratu Damai, Ungaran, pada 31 Desember.