shangrilabanquet.com – Indonesia berkomitmen untuk membangun masa depan inovasi yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Hal ini dinyatakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, yang juga berupaya memperkuat peran negara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Komitmen tersebut terwujud melalui penyelenggaraan acara bertajuk “Startup Talks” yang diadakan pada 1 Desember 2025 di Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Acara ini mempertemukan duta besar serta perwakilan negara-negara Eropa, akademisi, asosiasi bisnis, dan pelaku ekosistem startup dari kedua kawasan. Tujuannya adalah untuk memperkuat kolaborasi lintas kawasan dalam menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang yang ada di dunia inovasi.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi, Zelda Wulan Kartika, menekankan pentingnya konektivitas inovasi di tengah transformasi teknologi global. Dia mengungkapkan bahwa optimasi kerjasama lintas batas sangat vital bagi daya saing Indonesia. Sejalan dengan itu, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny H. Sudaryana, menjelaskan potensi dan tantangan yang ada dalam ekosistem startup di Indonesia, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Untuk mencapai target tersebut, program Garuda Sparks Innovation Hub diluncurkan dengan tujuan mencetak 1.000 startup baru, meningkatkan kapasitas talenta digital, dan mendukung ekspansi perusahaan rintisan Indonesia ke pasar global. Diskusi dalam acara ini juga membahas peran inkubator, akselerator, serta pusat inovasi kampus dalam menciptakan peluang kolaborasi.
Keseluruhan kegiatan ini menciptakan ruang bagi para pelaku ekosistem untuk berinteraksi dan membahas peluang serta tantangan yang dihadapi dalam memperluas cakupan startup Indonesia di arena internasional.