shangrilabanquet.com – Indonesia dan Inggris telah resmi meningkatkan kerja sama dalam bidang iklim dan pelindungan alam melalui peluncuran tiga program baru, yaitu KIBAR, NTSP, dan COAST. Program KIBAR, atau Kemitraan Investasi pada Bentang Alam Berkelanjutan, bertujuan untuk merancang kerangka pembiayaan berkelanjutan bagi taman nasional di Indonesia, termasuk Taman Nasional Way Kambas. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan mekanisme keuangan inovatif yang mendukung konservasi keanekaragaman hayati sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Program NTSP, atau Nature Transition Support Programme, berfokus pada kajian nilai ekonomi Taman Nasional Way Kambas, yang dipimpin oleh Kementerian Keuangan RI dan UN Environment Programme World Conservation Monitoring Centre. Kajian ini mengidentifikasi kontribusi taman nasional terhadap sektor pariwisata, penyimpanan karbon, serta mitigasi banjir.
Selain itu, Indonesia dan Inggris telah menandatangani Perjanjian Implementasi untuk program COAST, yang didukung melalui Blue Planet Fund. Program ini mendorong budidaya perairan berkelanjutan, perikanan, dan meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir sesuai dengan Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia.
Ruth Davis, Perwakilan Khusus Inggris untuk Alam, menyatakan bahwa Inggris mengapresiasi usaha Indonesia dalam melindungi aset lingkungan dan budaya. Ia juga menekankan pentingnya Indonesia sebagai mitra strategis dalam mengejar target global terkait iklim dan keanekaragaman hayati.
Amanda McLoughlin, Minister-Counsellor untuk Pembangunan Inggris, menambahkan bahwa komitmen dari kedua negara terhadap konservasi diharapkan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Komitmen ini akan diperkuat melalui Kemitraan Strategis yang dijadwalkan ditandatangani akhir tahun ini. Kunjungan Ruth Davis ke Taman Nasional Way Kambas pada akhir Agustus 2025 menegaskan langkah konkret dalam kolaborasi menuju COP30 di Brasil.