shangrilabanquet.com – Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap pertemuan sosial secara langsung terus meningkat, menciptakan pengalaman yang lebih intim daripada interaksi digital. Industri pariwisata wellness global diprediksi akan tumbuh pesat, mencapai sekitar $1,35 triliun pada 2028 menurut data Statista. Salah satu pendorong pertumbuhan ini adalah budaya retret di kalangan generasi Milenial, di mana individu berkumpul berdasarkan minat dan nilai bersama.
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya platform seperti Substack, yang memungkinkan terbentuknya komunitas berdasarkan hobi dan kreatifitas. Tingkat kesepian di kalangan orang dewasa muda, yang meningkat menurut Office for National Statistics, semakin mendorong permintaan untuk koneksi yang lebih bermakna. Dalam konteks ini, acara-acara yang mengutamakan interaksi langsung, seperti yang diselenggarakan oleh The Offline Club di Amsterdam, menjadi semakin populer. Di acara mereka, peserta diminta untuk meninggalkan gadget dan berinteraksi secara langsung, sebuah pendekatan yang menarik perhatian banyak orang.
Dalam sebuah retret baru-baru ini di Cotswolds, beberapa peserta mengungkapkan alasan mereka bergabung. Emma, yang berusia 40 tahun, menyatakan ketidaknyamanannya dengan liburan kelompok yang memerlukan banyak kompromi, namun merasa bahwa retret menawarkan keseimbangan yang ideal tanpa tekanan untuk selalu ikut serta. Sementara itu, Georgia, di usia 30-an, mengaku awalnya merasa cemas berada di antara orang asing, tetapi kemudian menemukan bahwa suasana dan diskusi yang berlangsung sangat nyaman.
Retret ini tidak hanya memberikan jaminan untuk interaksi yang mendalam tetapi juga menciptakan ruang bagi individu untuk menetapkan batasan pribadi, menggabungkan diskusi yang berarti dengan kesempatan untuk menjauh sejenak, menciptakan lingkungan sosial yang harmonis.