shangrilabanquet.com – Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia berpartisipasi dalam Forum Mahasiswa Internasional (Rencontre des Étudiants Internationaux) di Kelibia, Tunisia, dari 24 hingga 27 Maret 2026. Acara ini diikuti oleh lebih dari 150 mahasiswa dari 18 negara dan bertujuan untuk memperkuat dialog antarbudaya serta meningkatkan pertukaran pengetahuan di antara mahasiswa internasional.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan PPI Tunisia, disebutkan bahwa Indonesia diwakili oleh sepuluh mahasiswa putra dan putri. Pada hari pertama forum, suasana kebersamaan terlihat jelas lewat sesi pertemuan dan pertukaran budaya. Perwakilan Indonesia, Galih Kurniawan, mempersembahkan seni bela diri silat yang mendapat apresiasi positif dari peserta internasional. Selain itu, mahasiswa dari berbagai negara saling mengenalkan musik tradisional masing-masing, menciptakan suasana interaktif yang penuh semangat.
Hari kedua diisi dengan kegiatan jalan santai di kawasan pegunungan El Haouaria dan pelatihan fotografi. Malam harinya, diadakan malam kebangsaan yang kali ini menampilkan Mali sebagai negara representatif. Perwakilan Mali menjelaskan sejarah peradaban mereka dan peran Sungai Niger dalam menjaga identitas nasional.
Pada hari ketiga, mahasiswa Indonesia menampilkan kekayaan budaya Nusantara, termasuk busana adat seperti kebaya dan batik, serta seni bela diri silat. Dalam acara tersebut, diumumkan pula pemenang lomba video dokumenter, di mana perwakilan Indonesia meraih juara kedua, menunjukkan kreativitas mahasiswa di tingkat internasional.
Direktur Jenderal Kantor Pelayanan Universitas untuk Wilayah Utara, Abdul Raouf bin Faqih, mengapresiasi forum ini dan menekankan pentingnya keberagaman budaya. Menurut perwakilan mahasiswa Indonesia, Muhammad Dakhlan Gazali, keikutsertaan dalam forum ini memberikan pengalaman berharga dalam memperkuat solidaritas antar mahasiswa dunia dan membangun perspektif global.