shangrilabanquet.com – Rencana pengiriman 8.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza untuk misi perdamaian global saat ini masih dalam tahap persiapan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan, yang menegaskan bahwa meskipun komitmen sudah dinyatakan di forum internasional, pemerintah Indonesia tidak akan tergesa-gesa dalam pelaksanaan misi tersebut.
Pengiriman personel TNI ke Rafah, Palestina, untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) belum memiliki jadwal pasti. Donny menyatakan bahwa fokus utama Kementerian Pertahanan saat ini adalah pada persiapan personel yang akan terlibat dalam misi tersebut. “Belum ada rencana pengiriman. Ini baru kita siapkan,” ujarnya dalam keterangan setelah acara di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada Minggu (22/2).
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan target pengiriman pasukan dalam satu hingga dua bulan mendatang. Pasukan Indonesia akan bertugas di bawah bendera PBB dengan misi menjaga perdamaian pasca-konflik di kawasan tersebut.
Kementerian Pertahanan menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi situasi dan kepentingan nasional dalam pelaksanaan misi ini. Dengan mempersiapkan lebih dari 8.000 personel TNI, Indonesia berupaya melibatkan diri sebagai aktor kunci dalam upaya pemulihan dan rekonstruksi di Jalur Gaza.
Rencana ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam berkontribusi terhadap stabilitas regional dan mencerminkan tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas internasional.