shangrilabanquet.com – Pemulangan empat orangutan dari Thailand ke Indonesia menegaskan komitmen kedua negara dalam menjaga keanekaragaman hayati. Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand, Rachmat Budiman, mengungkapkan bahwa repatriasi yang melibatkan orangutan bernama Bow, Noon, Jay, dan Raiking ini merupakan langkah penting dalam mencegah perdagangan satwa liar ilegal serta memperkuat kerja sama konservasi antara Indonesia dan Thailand.
Rachmat menjelaskan bahwa repatriasi ini simbolis bagi hubungan persahabatan kedua negara dan merupakan bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik yang kini ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis. Ia menekankan bahwa proses ini bukan sekadar pemulangan satwa, melainkan menjadi tonggak penting bagi upaya pelestarian satwa liar.
Setelah tiba di Indonesia, keempat orangutan tersebut akan menjalani perawatan di Pusat Rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance (SRA) di Sumatra Utara sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya. Sesuai kebijakan pemerintah, orangutan hanya dapat dilepasliarkan setelah mencapai usia minimal enam tahun dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri di alam liar.
Kerja sama dalam konservasi antara Indonesia dan Thailand telah berlangsung selama hampir dua dekade, dengan Thailand telah memfasilitasi repatriasi 78 orangutan sejak 2006. Meskipun pandemi COVID-19, kerja sama ini tetap berlangsung dengan pemulangan beberapa orangutan pada tahun-tahun sebelumnya. Proses pemulangan terakhir menunjukkan koordinasi erat antar lembaga terkait, termasuk perhatian dari Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul.
KBRI Bangkok juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses repatriasi ini, termasuk kementerian terkait di Thailand dan Indonesia, serta organisasi pelestarian satwa.