shangrilabanquet.com – Pelatih Timnas Mali, Fousseni Diawara, memberikan wawasan mengenai kelemahan Timnas Indonesia U-22 menjelang pertandingan uji coba internasional kedua. Setelah kemenangan telak 3-0 atas Garuda Muda pada laga pertama yang dilakukan di Stadion Pakansari pada Sabtu, 15 November, Diawara menganalisis performa Indonesia terkait start yang kurang baik di pertandingan tersebut.
Diawara menilai bahwa kelemahan dalam memulai permainan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kekalahan Indonesia. Timnas Mali berhasil memanfaatkan kondisi ini dengan mencetak gol cepat yang menempatkan mereka dalam posisi yang menguntungkan. “Tim Indonesia memulai pertandingan dengan kurang baik. Kami memanfaatkan hal itu,” ungkap Diawara di Lapangan ABC, Selasa (18/11).
Meskipun demikian, Diawara juga memberikan pengakuan terhadap kualitas pemain seperti Ivar Jenner dan rekan-rekannya. Ia mencatat bahwa setelah awal yang buruk, Timnas Indonesia U-22 menunjukkan perlawanan yang lebih sengit, yang menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. Pertandingan kedua ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki kesalahan dan menunjukkan kemampuan sebenarnya di lapangan.
Laga akan berlangsung pada Selasa malam WIB, dan diharapkan dapat menjadi ajang bagi Indonesia untuk meningkatkan performa serta belajar dari pengalaman sebelumnya. Dengan analisis yang telah dilakukan, Timnas Indonesia diharapkan mampu tampil lebih baik dan memperdebatkan kembali kekuatan mereka di pentas internasional.