Site icon shangrilabanquet

Negara-Negara Utama Pembeli Minyak Iran yang Perlu Diketahui

[original_title]

shangrilabanquet.com – Negara-negara pembeli utama minyak Iran kini menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang berimbas pada penutupan Selat Hormuz. Penutupan jalur vital ini berpotensi mengganggu pasar energi global, mengingat sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melalui perairan tersebut.

Menurut data TradeInt per 2 Maret 2025, nilai ekspor minyak mentah dan produk minyak bumi Iran mencapai USD 7,7 miliar. Ekspor ini terkonsentrasi pada beberapa negara mitra utama. Uni Emirat Arab (UEA) menduduki posisi teratas sebagai negara tujuan ekspor, dengan nilai mencapai USD 4,41 miliar atau 57,29 persen dari total ekspor Iran. UEA berfungsi sebagai pusat transshipment, pencampuran, dan re-ekspor minyak Iran.

China mengikuti sebagai pembeli utama kedua, dengan total pembelian sekitar USD 721,57 juta atau 9,37 persen. Negara ini mendukung kebutuhan penyulingan, bahan bakar industri, dan ketahanan energi dalam jangka panjang. Oman berperan penting sebagai gerbang penyulingan dan logistik, membeli minyak Iran senilai USD 463,39 juta atau 6,01 persen.

Selain itu, Afghanistan dan Pakistan turut menjadi pembeli. Afghanistan mengimpor minyak Iran senilai USD 260,53 juta, sedangkan Pakistan mencatat nilai pembelian USD 197,88 juta. Kedua negara tersebut bergantung pada minyak Iran untuk memenuhi kebutuhan energi domestik dan mendukung sektor transportasi serta industri.

Ketegangan yang berkembang di kawasan ini menunjukkan betapa pentingnya peran minyak Iran dalam kestabilan energi regional dan global.

Exit mobile version