shangrilabanquet.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk berkontribusi dalam menyiapkan pekerja terampil, sejalan dengan target pemerintah untuk menempatkan 500 ribu pekerja migran pada tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Migran Internasional yang berlangsung di Jakarta.
Muhaimin menegaskan pentingnya peran BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya dalam memberikan jaminan sosial bagi pekerja migran, tetapi juga dalam memfasilitasi pelatihan agar mereka menjadi tenaga kerja yang terampil dan profesional. Dia mengacu pada inisiatif beberapa Badan Usaha Milik Negara yang sudah memberikan pelatihan gratis kepada calon pekerja migran, seperti Angkasa Pura dan Kereta Api Indonesia.
“Pemerintah berkomitmen untuk melindungi pekerja migran dan menjadikan mereka lebih berdaya. Salah satu langkahnya adalah menyediakan pendidikan formal kepada calon pekerja migran sebelum mereka berangkat,” ungkap Muhaimin. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menekankan perlunya mengurangi dominasi pekerja migran di sektor domestik.
Kemenko PM berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk lulusan SMK dan SMA agar lebih mudah terserap di luar negeri. Selain itu, Muhaimin mengungkapkan bahwa pemerintah siap menginvestasikan sebesar Rp12 triliun untuk program beasiswa pelatihan yang meningkatkan kompetensi bahasa dan keterampilan kerja para calon tenaga kerja migran.
Pelatihan tersebut akan meliputi berbagai bidang seperti pengelasan, perawatan lansia, dan perhotelan, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja internasional. Melalui langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di skala global.