shangrilabanquet.com – Selama lebih dari enam dekade, pencarian terhadap keberadaan kehidupan cerdas di luar Bumi, yang dikenal sebagai “The Great Silence”, belum membuahkan hasil. Kini, sebuah studi terbaru menawarkan penjelasan mengenai hal ini, dengan menyampaikan bahwa cuaca antariksa ekstrem di sekitar bintang-bintang jauh mungkin menjadi penyebabnya. Penelitian yang diterbitkan dalam The Astrophysical Journal pada 5 Maret menunjukkan bahwa gangguan elektromagnetik dari aktivitas bintang, seperti angin bintang dan lontaran massa korona (CME), dapat merusak sinyal radio yang mungkin dikirim oleh makhluk luar angkasa sebelum mencapai Bumi.
Para ilmuwan dari Proyek SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence) umumnya mencari sinyal pita sempit, yang dipilih karena tidak ada fenomena alam yang dapat memproduksinya. Namun, cuaca antariksa dapat menyebabkan proses yang disebut “sintilasi difraktif”, di mana sinyal kuat yang sempit menyebar pada rentang frekuensi yang lebih luas. Hal ini mengakibatkan kekuatan sinyal menurun di bawah ambang batas deteksi manusia.
Vishal Gajjar, salah satu peneliti dari SETI Institute, menjelaskan bahwa jika sinyal melebar akibat cuaca bintang, hal itu bisa menyebabkan sinyal tersebut tidak terdeteksi, meskipun sebenarnya ada. Penelitian ini melibatkan simulasi satu juta bintang terdekat, dan ditemukan bahwa sekitar 70% bintang menghasilkan gangguan yang memperlebar frekuensi sinyal.
Temuan ini tidak menghentikan pencarian alien, melainkan menjadi dasar bagi penyesuaian metode pencarian. Grayce Brown, rekan peneliti, menekankan pentingnya pemahaman ini untuk masa depan astronomi, mengantisipasi pengembangan algoritma baru yang bisa mengatasi gangguan tersebut. Dengan cara ini, penelitian diharapkan dapat menangkap pesan dari luar angkasa yang selama ini terhalang oleh cuaca bintang.