shangrilabanquet.com – Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya solusi logistik dalam perdagangan internasional ketika berpartisipasi dalam forum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bersama Uni Eropa. Dalam pertemuan tersebut, yang berlangsung di Jakarta, Kamis, isu logistik menjadi fokus utama diskusi antara delegasi Indonesia dan perwakilan Uni Eropa.
Budi menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengatasi hambatan distribusi yang dapat mengganggu proses ekspor-impor, apalagi dengan dilaksanakannya perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA). Ia mengungkapkan, dalam konteks ini, pembahasan terkait efisiensi rantai pasok dan pengiriman barang lintas kawasan menjadi sangat krusial.
Kondisi geopolitik yang tidak stabil dan meningkatnya biaya energi berpotensi menyebabkan perubahan dalam jalur pelayaran internasional. Hal ini, menurut Budi, dapat menambah tantangan dalam perdagangan global jika tidak ditangani dengan baik sejak awal. Ia menekankan perlunya strategi yang solid untuk mengatasi masalah logistik, agar implementasi I-EU CEPA tidak terhalangi oleh kendala teknis di lapangan.
Pemerintah juga berupaya memanfaatkan ketidakpastian global sebagai peluang untuk memperbaiki sistem logistik di dalam negeri. Upaya ini mencakup pembaruan regulasi, peningkatan efisiensi pelabuhan, serta penyederhanaan proses ekspor. Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan daya saing produk Indonesia di pasar Eropa dapat meningkat.
Budi menyatakan optimisme akan pertumbuhan ekspor Indonesia ke Uni Eropa, jika dukungan logistik dan kerja sama perdagangan yang lebih terintegrasi dapat terwujud. Ia memastikan pemerintah sedang berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghilangkan hambatan yang mengganggu proses ekspor.