shangrilabanquet.com – Lagu “Terima Kasih Guruku” kembali menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November. Karya ini diciptakan oleh Sri Widodo pada tahun 1965, seorang guru asal Yogyakarta yang pernah mengajar di berbagai tingkat pendidikan. Lagu tersebut menggarisbawahi penghormatan kepada guru yang telah berkontribusi dalam mencerdaskan generasi muda.
Pada tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan lagu ini sebagai bagian dari upacara nasional, sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Nomor 26521/MDM/TU.02.03/2025. Upacara bendera yang dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2025 pada pukul 07.30 WIB, akan diwarnai dengan penyanyian “Terima Kasih Guruku” sebagai ungkapan rasa syukur dari para peserta.
Sri Widodo menciptakan lagu ini berdasarkan pengalamannya ketika mengajar dan merasakan campur aduk perasaan antara sedih dan bangga saat siswa-siswanya lulus. Karya awalnya dipopulerkan oleh A.T Mahmud, seorang komposer legendaris di bidang musik anak, dan kemudian dikenal lebih luas lewat aransemen oleh Gita Gutawa dan Erwin Gutawa.
Lirik dari lagu ini menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada guru atas bimbingan dan ilmu yang diberikan selama di sekolah. Dengan melodi sederhana dan makna yang mendalam, “Terima Kasih Guruku” akan terus menjadi lagu yang relevan dalam menghormati jasa-jasa para guru di Indonesia.