shangrilabanquet.com – Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri sangat bergantung pada kesadaran hukum di tengah masyarakat. Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syafuan Rozi, menjelaskan bahwa budaya hukum yang baik dapat meningkatkan kredibilitas kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Pernyataan ini disampaikan pada acara Speakup Kamtibmas yang diselenggarakan oleh Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR) dan BRIN pada Jumat (13/3/2026), bertemakan “Eksistensi Polri dalam Menjaga Kamtibmas di bulan Ramadan”.
Syafuan mencontohkan Belanda yang memiliki tingkat kepercayaan tertinggi terhadap polisi, yang didukung oleh sistem restorative justice. Ia menjelaskan bahwa konflik di sana lebih sering diselesaikan secara kekeluargaan sebelum mengarah pada penegakan hukum, sehingga meminimalisir kriminalitas. Ia menghargai upaya reformasi yang dilakukan oleh ilmuwan politik Hermawan Sulistyo, termasuk pelatihan perwira untuk mencapai standar kompetensi yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator FPIR, Fauzan Ohorella, mengungkapkan peran Polri dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan melalui Satgas Pangan. Ia menyebut bahwa tindakan ini berdampak positif bagi masyarakat, terutama bagi ibu rumah tangga. Fauzan juga merujuk pada “Safari Ramadan” Polri sebagai langkah untuk meningkatkan fasilitasi sosial dan menyoroti efektivitas layanan Call Centre 110 yang responsif, terutama dalam menangani isu balap liar di Kota Batam.
Selanjutnya, Fauzan mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi, terutama di media sosial. Ia menekankan pentingnya melakukan konfirmasi sebelum menerima berita, serta memperingatkan bahwa adanya upaya untuk membangun persepsi negatif terhadap kinerja Polri harus dihadapi dengan fakta.