shangrilabanquet.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menawarkan diri untuk mengunjungi Teheran, Iran, sebagai langkah untuk meredakan ketegangan di kawasan Teluk. Penawaran ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Juru Bicara Yvonne Mewengkang, yang menegaskan bahwa tindakan tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Dalam pernyataannya, Yvonne menyebutkan bahwa Prabowo menawarkan diri sebagai fasilitator dialog antara Iran dan Amerika Serikat-Israel untuk mendorong penyelesaian damai. “Bila tawaran ini disetujui semua pihak yang berkonflik, Presiden Prabowo siap untuk melaksanakan rencana tersebut,” ujarnya dalam sebuah taklimat media di Jakarta.
Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, memberikan informasi lebih lanjut mengenai rencana tersebut setelah pertemuan dengan Presiden di Istana Kepresidenan. Ia menyatakan bahwa Prabowo telah berbicara dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dan keduanya berencana untuk berkunjung ke Teheran bersama-sama.
Jimly menjelaskan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah sebuah upaya untuk mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama setelah peristiwa pembunuhan yang telah terjadi. Dukungan dari PM Pakistan terhadap inisiatif ini dianggap sebagai langkah positif untuk menurunkan ketegangan yang ada.
Kemlu RI juga menyatakan kesiapan untuk mengoordinasikan langkah-langkah lebih lanjut sesuai dengan arahan Presiden, guna memastikan mediasi dapat berlangsung dengan baik.