shangrilabanquet.com – Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki potensi untuk tidak berpasangan lagi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka jika berencana maju dalam pemilihan periode kedua. Hal tersebut sangat tergantung pada approval rating Prabowo yang dinilai tinggi.
Pangi menjelaskan bahwa sejarah menunjukkan Presiden sebelumnya, seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi), memilih pasangan berbeda saat memasuki periode kedua. Jika Prabowo dapat menunjukkan tingkat kompetensi yang tinggi, ia bisa lebih fokus beraktivitas di luar negeri dan tidak perlu melakukan kampanye intensif di daerah. Ia menyebutkan, “Dengan sandal jepit pun jadi,” menggambarkan besarnya potensi jika Prabowo mendapatkan dukungan yang solid.
Dalam konteks ini, Pangi juga menyampaikan bahwa tetap ada realitas politik yang harus diperhatikan, terutama terkait kekuatan partai politik. Ia berpendapat bahwa jika Prabowo mementingkan masa depan Partai Gerindra, kemungkinan untuk menggandeng Gibran akan diminimalkan.
Sikap ini mencerminkan dinamika dan strategi politik yang dihadapi oleh Prabowo menjelang pemilihan mendatang. Dengan situasi politik yang terus berkembang, keputusan mengenai pasangan calon akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk popularitas dan kekuatan partai. Pangi yakin bahwa pilihan Prabowo di masa depan akan mencerminkan tujuan jangka panjang untuk partainya dan stabilitas politik di Indonesia.