shangrilabanquet.com – Indonesia dan Swiss telah memperkuat kerja sama ekonomi mereka dengan menggelar pertemuan The 11th Joint Economic and Trade Commission (JETC) di Jakarta pada Senin, 29 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan hubungan bilateral menjelang perayaan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan Kementerian Luar Negeri RI, Daniel Tumpal Simanjuntak, dan Kepala Hubungan Ekonomi Bilateral Kementerian Ekonomi Swiss, Andrea Rauber Saxer. Dalam forum ini, dibahas berbagai langkah konkret untuk memaksimalkan kerjasama, khususnya di bidang kesehatan, farmasi, dan pengolahan mineral jarang.
Lebih lanjut, kedua negara menjajaki potensi kerja sama dalam infrastruktur hijau dan perdagangan. Indonesia dan Swiss memiliki perjanjian yang memberikan kerangka legal untuk kerja sama, seperti Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan Bilateral Investment Treaty (BIT).
Mendapat perhatian khusus, nilai perdagangan antara dua negara selama enam bulan pertama 2025 mencapai USD 3,14 miliar, dengan surplus yang signifikan bagi Indonesia. Swiss merupakan investor asing terbesar ke-12 di Indonesia, dengan investasi yang terus meningkat, khususnya di sektor industri kecil dan menengah berbasis teknologi.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pertemuan JETC sangat strategis untuk memanfaatkan potensi kedua negara demi keuntungan bersama. Indonesia dipandang sebagai pintu gerbang perdagangan ke ASEAN, sedangkan Swiss sebagai mitra potensial di Eropa dengan kekuatan ekonomi dan teknologi yang signifikan.
Sebagai penutup, rencana kunjungan Menteri Federal Bidang Ekonomi Swiss, Guy Parmelin, ke Indonesia pada akhir September 2025 diharapkan dapat lebih memperkuat hubungan antara kedua negara serta mendorong partisipasi sektor swasta dalam peningkatan kerja sama ekonomi.