shangrilabanquet.com – Penemuan ilmuwan Tiongkok mengenai inti padat di planet Mars memberikan wawasan baru dalam pemahaman struktur internal planet merah ini. Tim peneliti, yang dipimpin oleh dua profesor dari Universitas Sains dan Teknologi China, Sun Daoyuan dan Mao Zhu, mengungkap bahwa inti dalam Mars memiliki radius sekitar 600 kilometer. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature dengan judul “Seismic Detection of a 600-km Solid Inner Core in Mars”.
Menurut laporan yang diterima, penelitian ini menandai kemajuan signifikan dalam kajian ilmu antariksa, sekaligus membandingkan kondisi Mars dengan Bumi. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa inti dalam Mars kemungkinan besar terdiri dari paduan besi dan nikel serta sejumlah unsur ringan seperti belerang, oksigen, dan karbon. Penemuan ini juga menyiratkan adanya struktur berlapis, dengan inti luar yang cair dan inti dalam yang padat.
Kesulitan dalam mendapatkan data seismik menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti. Data mengenai gempa Mars baru tersedia sejak 2018 berkat instrumen seismometer dari pendarat NASA InSight. Sejak saat itu, lebih dari seribu kejadian gempa Mars tercatat, meskipun banyak data yang diperoleh mengalami gangguan.
Temuan inti padat ini menunjukkan kompleksitas diferensiasi antara inti dan mantel Mars, mirip dengan yang terjadi di Bumi. Hal ini memberikan pemahaman tambahan tentang sejarah magnetisme Mars dan evolusi geologinya. Keberhasilan ini menegaskan kemampuan ilmuwan Tiongkok dalam riset lintas disiplin dan memperkuat posisi Tiongkok dalam komunitas ilmiah internasional.