shangrilabanquet.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada Rabu sore, dengan penutupan di angka 8.310,23 setelah meningkat 97,96 poin atau 1,19 persen. Kenaikan ini didukung oleh harapan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi nasional yang tetap solid, pasca libur panjang.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, penguatan IHSG disebabkan oleh optimisme yang tumbuh di kalangan investor, dikarenakan ekspektasi kinerja emiten yang positif serta rencana pembagian dividen. Riset ini juga menyebutkan bahwa saat ini pelaku pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada Kamis (19/2), di mana diperkirakan BI Rate akan tetap stabil di level 4,75 persen.
Lebih lanjut, pelaku pasar juga mengantisipasi rilis data pertumbuhan kredit untuk Januari 2026 yang diprediksi tidak akan jauh dari level 9,6 persen. Dalam skala internasional, Jepang berkomitmen untuk menanamkan investasi senilai hampir 36 miliar dolar AS dalam proyek energi di sejumlah negara bagian Amerika Serikat, sebagai bagian dari kesepakatan dagang antara kedua negara.
Pada perdagangan saham, semua sektor menunjukkan tren positif, terutama sektor transportasi dan logistik yang meningkat 3,12 persen. Selain itu, 454 saham mengalami peningkatan nilai, sementara 216 saham menurun. Total transaksi perdagangan mencapai 3.201.815 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp25,33 triliun.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei dari Jepang juga menunjukkan penguatan, sementara beberapa indeks lainnya masih libur merayakan Tahun Baru Imlek. Dengan meningkatnya optimisme ini, IHSG diprediksi akan tetap bergerak stabil di sesi perdagangan selanjutnya.