shangrilabanquet.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Senin sore, mencapai level 7.937,12 setelah mencatat kenaikan sebesar 83,06 poin atau 1,06 persen. Hal ini sejalan dengan ekspektasi pasar akan pengurangan suku bunga acuan yang diperkirakan akan diumumkan oleh The Fed pada pekan ini.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa sentimen positif ini dipengaruhi oleh harapan membaiknya ekonomi domestik. The Federal Open Market Committee (FOMC) akan menggelar pertemuan pada 16-17 September 2025, di mana ada peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Selain itu, pelaku pasar juga memantau perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan China serta data ekonomi dari China. Misalnya, data produksi industri China pada Agustus hanya tumbuh 5,2 persen year on year, penurunan dari 5,7 persen pada Juli, mencerminkan perlambatan aktivitas manufaktur. Penjualan ritel China juga menunjukkan tanda-tanda melambat, menjadi 3,4 persen dari sebelumnya 3,7 persen.
Dari kawasan Eropa, perhatian tertuju pada data tingkat pengangguran di Inggris yang diperkirakan tetap stabil di angka 4,7 persen dan laporan tentang ZEW Economic Sentiment Index di Jerman yang diprediksi akan turun menjadi 25.
IHSG terus berada di zona positif sehingga menutup sesi perdagangan dengan baik. Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, semua sektor mengalami penguatan, dengan sektor barang konsumen non-primer memimpin kenaikan. Sementara itu, frekuensi perdagangan saham mencapai 2.147.110 kali, dengan 470 saham menguat dan 209 saham menurun. Secara keseluruhan, pasar saham regional Asia menunjukkan pergerakan variatif, di mana beberapa indeks mengalami penguatan sementara yang lain melemah.