shangrilabanquet.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada sesi perdagangan Jumat sore, yang didorong oleh sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri. IHSG ditutup naik sebesar 11,28 poin atau 0,13 persen, berada di level 8.936,75, sedangkan indeks LQ45 juga mencatatkan pertumbuhan, naik 0,40 poin atau 0,05 persen menjadi 868,02.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, menyatakan bahwa baik faktor eksternal maupun internal berkontribusi pada peningkatan IHSG. Dari pasar internasional, bursa saham Asia menunjukkan penguatan seiring dengan meningkatnya pengeluaran rumah tangga Jepang yang mencapai angka tidak terduga pada November 2025. Selain itu, inflasi bulanan di China juga mencatatkan perbaikan, memberi dampak positif terhadap daya beli masyarakat.
Di domestik, Bank Indonesia melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Desember 2025 mencapai 123,5, mengindikasikan optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi nasional. Aksi pelaku pasar juga terfokus pada laporan pekerjaan di Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat serta potensi putusan Mahkamah Agung AS mengenai legalitas tarif yang dikenakan oleh pemerintahan sebelumnya.
Pada penutupan, sembilan sektor mencatatkan penguatan, dengan sektor barang konsumen non-primer mengalami kenaikan tertinggi sebesar 3,30 persen. Meskipun di sisi lain, sektor infrastruktur dan keuangan mengalami penurunan. Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.468.511 transaksi, dengan nilai perdagangan mencapai Rp27,45 triliun.
Secara keseluruhan, sektor-sektor berkontribusi pada pertumbuhan IHSG, memberikan signal positif bagi para investor.