shangrilabanquet.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore mengalami rebound, ditutup menguat sebesar 70,40 poin atau 0,92 persen, mencapai posisi 7.699,01. Peningkatan ini didorong oleh meredanya kekhawatiran investor terkait reshuffle menteri di Kabinet Merah Putih, termasuk pergantian menteri keuangan. Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa dampak positif ini terjadi seiring dengan adanya aktivitas bargain hunting pada saham-saham yang sebelumnya mengalami penurunan signifikan.
Saham perbankan, yang mengalami koreksi selama dua hari terakhir, menunjukkan pergerakan positif dalam perdagangan pada hari ini. Hal ini mencerminkan pemulihan sentimen pasar, khususnya dalam sektor tersebut. Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia juga melaporkan penurunan di level 117,2 pada Agustus 2025 dari 118,1 pada bulan lalu, mencatat level terendah sejak September 2022, dengan sebagian besar sub-indeks mengalami penurunan signifikan.
Ke depannya, pelaku pasar akan memantau data penjualan ritel bulan Juli yang dijadwalkan rilis pada Kamis, yang diperkirakan tumbuh 1,5 persen year on year. Selain itu, perhatian juga tercurah pada dua data inflasi dari Amerika Serikat yang akan memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed dalam pertemuan di bulan September.
Secara keseluruhan, delapan sektor di BEI mengalami penguatan, dengan sektor properti memimpin kenaikan. Saham-saham dengan penguatan terbesar termasuk PIPA, SLIS, dan TCID, sementara beberapa saham lainnya mengalami penurunan. Transaksi perdagangan di bursa tercatat dalam jumlah yang signifikan, dengan total saham diperdagangkan mencapai 30,54 miliar lembar senilai Rp15,67 triliun.