shangrilabanquet.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi mengalami penguatan, sejalan dengan pergerakan positif bursa saham di kawasan Asia. IHSG dibuka naik sebanyak 82,16 poin atau 1,07 persen, mencapai 7.781,17, sedangkan indeks LQ45 mengalami kenaikan 11,42 poin atau 1,46 persen menjadi 793,55.
Menurut analisis Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas, IHSG menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sebelumnya mengalami penurunan akibat reshuffle kabinet. Sentimen positif ini terlihat dari pergerakan IHSG yang mulai stabil dan menunjukkan penguatan.
Di sisi domestik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penarikan dana kas negara sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia untuk dialihkan ke bank umum. Langkah ini diambil untuk meningkatkan likuiditas perbankan sehingga penyaluran kredit dapat dilakukan lebih cepat. Dana yang ditarik bersifat deposito dan dapat diambil kembali oleh pemerintah jika diperlukan, namun tidak dapat digunakan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) demi mendukung ekonomi riil.
Sentimen positif juga datang dari luar negeri dengan dirilisnya data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat untuk Agustus 2025 yang berada di bawah perkiraan, meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16-17 September 2025 diprediksi akan membawa pengurangan suku bunga sebesar 25 bps, dengan kemungkinan pemangkasan lebih dalam mencapai 50 bps setelah rilis data PPI tersebut.
Sementara itu, bursa saham Eropa dan AS pada perdagangan sebelumnya menunjukkan hasil variatif, dengan beberapa indeks melemah dan lainnya menguat. Pada bursa saham regional Asia, indeks Nikkei dan Shanghai menunjukkan kenaikan, sedangkan indeks Hang Seng mengalami penurunan.