shangrilabanquet.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore mengalami penguatan signifikan, menembus angka 8.025,18. Kenaikan ini dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang bersifat longgar. IHSG ditutup naik 67,48 poin atau setara 0,85 persen, sementara indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga menunjukkan kenaikan sebesar 1,03 persen.
Menurut Rully Arya Wisnubroto, Kepala Riset dan Ekonom Mirae Asset Sekuritas, penguatan ini sebagai respons positif pasar terhadap kebijakan yang mendukung pertumbuhan yang diambil oleh pemerintah dan BI. Pada Rapat Dewan Gubernur BI bulan September, suku bunga acuan dipangkas 25 basis poin menjadi 4,75 persen, dengan suku bunga deposit facility juga turun menjadi 3,75 persen.
Selanjutnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sambil tetap memperhatikan stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, optimism pasar global meningkat seiring dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS, yang saat ini mencapai probabilitas 95 persen.
Pergerakan saham di dalam negeri menunjukkan bahwa sepuluh sektor mengalami penguatan, terutama sektor industri yang meningkat 2,90 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan kesehatan. Frekuensi perdagangan mencatatkan lebih dari 2 juta transaksi dengan nilai perdagangan mencapai Rp18,25 triliun.
Pada penutupan sesi, IHSG tetap bertahan di teritori positif, seiring dengan menguatnya bursa saham regional Asia, meski indeks Nikkei mengalami penurunan. Situasi ini menunjukkan adanya optimisme di kalangan investor, baik domestik maupun internasional, terhadap prospek pasar.