shangrilabanquet.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Jumat sore, tertekan oleh sektor infrastruktur. IHSG ditutup melemah 32,87 poin atau 0,41 persen, berada pada level 7.898,37. Selain itu, indeks LQ45 yang mengukur 45 saham unggulan juga turun 5,85 poin atau 0,71 persen, mencapai 821,06.
Tim Riset Phillips Sekuritas Indonesia mencatat bahwa investor tengah menunggu rilis data Penjualan Eceran di Amerika Serikat. Data tersebut diharapkan bisa memberikan gambaran terkait dampak kebijakan tarif perdagangan yang diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap pola belanja konsumen.
Di dalam negeri, berlangsung Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Jakarta. Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Sementara itu, bank sentral AS, The Fed, memberikan sinyal kemungkinan pemotongan suku bunga acuan pada pertemuan bulan depan. Pelaku pasar juga menantikan pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, di Simposium Ekonomi Jackson Hole.
IHSG yang sempat stabil di zona positif, mengalami pergerakan negatif pada sesi kedua perdagangan. Dari sisi sektor, sektor teknologi menjadi satu-satunya yang menguat, naik 2,60 persen, sedangkan sektor infrastruktur mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,67 persen.
Frekuensi perdagangan mencatatkan hampir 2 juta transaksi dengan volume saham mencapai 47,80 miliar lembar, bernilai sekitar Rp30,97 triliun. Sebanyak 229 saham menguat, 432 saham melemah, dan 139 saham stagnan. Sementara itu, bursa saham regional Asia menunjukkan variasi dengan Indeks Nikkei mencatatkan penguatan yang signifikan.