Site icon shangrilabanquet

Empat puluh terapis spa migran menuju Maladewa untuk bekerja

[original_title]

shangrilabanquet.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, melepas 40 calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang telah mengikuti pelatihan terapis spa di Bali. Pelatihan ini berlangsung selama satu bulan dan merupakan bagian dari program pemerintah untuk mempersiapkan tenaga terampil yang siap bekerja di Maladewa.

Dalam acara yang berlangsung di Denpasar pada Kamis lalu, Mukhtarudin menyatakan bahwa para peserta sudah dilatih dalam berbagai keterampilan, termasuk teknik pemijatan dan pembuatan minyak aromaterapi. Pelatihan ini dilaksanakan di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, dan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah.

Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menambahkan bahwa program ini merupakan inisiatif percontohan yang diharapkan dapat diadopsi di daerah lain di Indonesia. Pelatihan ini melibatkan kerjasama dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ketenagakerjaan, dan berbagai lembaga pelatihan. Program ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kesempatan kepada masyarakat, terutama dalam bidang pekerjaan migran.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, Anak Agung Gde Indra Hardiawan, menjelaskan bahwa para peserta pelatihan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu terapi lanjutan dan terapi pemula. Peserta tidak hanya berasal dari Bali tetapi juga dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.

Belum lama ini, delapan peserta dari gelombang pertama telah ditempatkan di berbagai hotel di Maladewa dengan lebih banyak yang mengikuti pada Maret 2026. Rencana pemerintah juga untuk menjajaki peluang di negara lain, seperti Turki, untuk memperluas kesempatan kerja bagi PMI terapis spa. Salah satu peserta, Felicia Patricia Harly, mengungkapkan rencananya untuk menandatangani kontrak selama dua tahun di Maladewa.

Exit mobile version