shangrilabanquet.com – Pembacaan doa qunut saat shalat Subuh merupakan amalan sunnah yang umum dilaksanakan oleh umat Islam, terutama di Indonesia. Namun, masih banyak kesalahan dalam praktik ini, mulai dari pelafalan yang tidak tepat, waktu yang tidak sesuai, hingga posisi tangan yang kurang benar. Kesalahan-kesalahan ini dapat mengurangi kekhusyukan dan kesempurnaan shalat.
Dalam konteks ini, para ulama menekankan pentingnya pemahaman yang benar tentang tata cara membaca doa qunut. Kesalahan yang sering terjadi, seperti membaca qunut di rakaat pertama atau setelah salam, perlu diperbaiki. Pembacaan yang benar adalah di rakaat kedua, setelah i’tidal dan sebelum sujud. Untuk menangkal kesalahan ini, jamaah disarankan mengingat urutan shalat dengan baik.
Selanjutnya, membaca doa qunut dengan tergesa-gesa juga merupakan kesalahan yang perlu dihindari. Penghayatan yang hilang karena terburu-buru mengurangi nilai doa itu sendiri. Para imam dan jamaah dianjurkan untuk melafalkan doa dengan tartil, memberikan waktu 15–20 detik untuk setiap kalimat agar makna doa dapat terasa dengan baik.
Selain itu, sejumlah jamaah sering lupa urutan bacaan doa atau bahkan tidak mengangkat tangan saat membaca qunut. Untuk mengatasi masalah ini, disarankan agar penggunaan teks standar doa qunut menjadi praktik umum. Menurut tradisi, mengangkat tangan saat berdoa menunjukkan ketundukan dan harapan kepada Allah SWT.
Terakhir, kesalahan teknis seperti makmum yang tidak sinkron dengan imam juga perlu diperhatikan. Dalam hal ini, makmum sebaiknya mengikuti bacaan imam dalam hati atau dengan suara lirih, memastikan kekhusyukan dalam shalat berjamaah tetap terjaga. Melalui pemahaman dan praktik yang tepat, umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih baik, sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.