shangrilabanquet.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sedang mempersiapkan penerbitan surat utang global. Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya menunggu momen yang tepat untuk melakukan hal tersebut, terutama ketika yield dari US Treasury mengalami penurunan.
Dalam pernyataannya, Ali menjelaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan pre-rating work pada tahun depan. Upaya ini bertujuan untuk mendapatkan peringkat dari lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch, S&P, dan Moody’s agar dapat mengukur potensi yield yang dapat dicapai dari surat utang yang akan diterbitkan.
Ali menekankan pentingnya mendapatkan rating sebelum memasuki pasar global. “Kita perlu mengetahui kira-kira rating kita berapa oleh lembaga pemeringkat tersebut, sehingga kita bisa memperkirakan yield yang dapat dicapai,” ujar Ali. Akan tetapi, mengenai waktu penerbitan surat utang global, Danantara Indonesia belum bisa memastikan tanggal yang tepat.
Di sisi lain, pada tahun ini, Danantara Indonesia telah berhasil menerbitkan surat utang perdana, yakni Patriot Bonds senilai Rp50 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk proyek energi baru terbarukan dan konversi sampah menjadi energi. Patriot Bonds diterbitkan dalam dua seri dengan tenor lima dan tujuh tahun, menawarkan imbal hasil sebesar dua persen.
Danantara Indonesia terus melakukan persiapan untuk memasuki pasar global sambil menyelesaikan pekerjaan rumah dalam pemeringkatan, dengan harapan dapat memaksimalkan hasil penerbitan obligasi di masa yang akan datang.