shangrilabanquet.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa 72 orang masih dinyatakan hilang pasca bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Hingga Sabtu (20/12), pencarian korban yang diduga hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor masih berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menyatakan bahwa pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan. “Sampai hari ini ada 72 orang yang belum ditemukan,” ungkapnya di Lubuk Basung. Korban hilang terkonfirmasi berasal dari sejumlah kecamatan seperti Malalak (3 orang), Palembayan (66 orang), Lubuk Basung (1 orang), dan Tanjung Raya (2 orang).
Selain itu, BPBD mencatat total 192 orang meninggal dunia akibat bencana ini. Korban yang meninggal tersebar di beberapa kecamatan, dengan Palembayan menjadi yang terdampak terparah, mencatat 138 jiwa. Terdapat juga empat korban yang saat ini sedang menjalani perawatan medis.
Lebih dari 4.000 warga terpaksa mengungsi dan 26 orang masih terisolasi di lokasi yang terkena dampak. Rahmat menambahkan bahwa BPBD telah mendistribusikan kebutuhan logistik bagi para pengungsi.
Bencana yang terjadi pada akhir November tersebut juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang parah. Sebanyak 367 rumah mengalami rusak ringan, 287 rumah rusak berat, dan 851 rumah dalam kategori kerusakan berat. Akses transportasi juga terganggu, dengan 21 titik jalan dan 28 jembatan mengalami kerusakan.
Sementara itu, lima kecamatan masih mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih. BPBD terus memantau situasi untuk bantuan lanjutan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.