shangrilabanquet.com – Ancaman bom terhadap sepuluh sekolah di Depok, Jawa Barat, memicu reaksi cepat dari pihak kepolisian. Tersangka berinisial H (23) diduga memilih sekolah-sekolah tersebut secara acak dengan bantuan teknologi, termasuk AI dan Chat GPT. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, Kompol Made Oka, menjelaskan bahwa H mencari alamat sekolah dan mengirimkan ancaman melalui email untuk menarik perhatian, termasuk salah satu sekolah tempat ia pernah bersekolah.
Pihak kepolisian menerima laporan mengenai ancaman tersebut dan segera melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang terlibat. Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengonfirmasi bahwa ancaman tersebut tidak terbukti, dan langkah-langkah pengamanan tetap dilanjutkan untuk menjaga ketenangan di lingkungan sekolah. Sekolah-sekolah yang terancam di antaranya adalah SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, dan SMAN 6 Depok.
Penyidikan terhadap H masih terus berlanjut untuk memahami motif dan tindakan yang dilakukan. Ancaman ini muncul pada saat yang sensitif dan mengundang kepanikan di kalangan orang tua dan siswa. Polisi menekankan pentingnya penanganan kasus ini agar situasi serupa tidak terulang di masa mendatang. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap situasi yang ada. Keamanan di seluruh sekolah yang menerima ancaman akan terus dipantau untuk memastikan keselamatan para siswa dan staf.