shangrilabanquet.com – Penundaan sejumlah kompetisi antarklub Asia resmi diberlakukan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebagai dampak dari serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Ketegangan di Timur Tengah meningkat signifikan setelah operasi militer besar-besaran diluncurkan pada 28 Februari 2026, yang menyasar berbagai objek strategis di Teheran dan sekitarnya.
Serangan tersebut tidak hanya mengakibatkan kerugian materiel, tetapi juga korban jiwa yang cukup besar, terutama di kalangan sipil, dan dilaporkan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terbunuh dalam insiden tersebut. Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, AFC memutuskan untuk menunda pertandingan leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Elite 2025-2026.
Pertandingan yang ditunda ini melibatkan klub-klub dari negara-negara Timur Tengah seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan tentu saja Iran. Penjadwalan ulang pertandingan tersebut belum ditentukan waktunya, mengingat perkembangan situasi yang terus berubah di wilayah tersebut. AFC menyatakan, “Mengingat perkembangan situasi di Timur Tengah, pertandingan akan dijadwal ulang,” dalam siaran resminya pada 1 Maret 2026.
Sementara tim-tim asal wilayah timur seperti Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Australia, dan Thailand, tetap melanjutkan laga mereka sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pertandingan leg pertama untuk tim wilayah timur akan berlangsung pada 3-4 Maret 2026, tanpa adanya kendala dari situasi yang terjadi di Timur Tengah. Penundaan ini mencerminkan betapa pentingnya aspek keselamatan dan keamanan dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga internasional.